Dua unit alat berat jenis excavator PC Hitachi warna oranye dan PC Sany warna kuning terpantau terparkir di depan rumah warga di kawasan Jalan Gelatik, Kelurahan Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang.
Informasi ini disampaikan oleh beberapa warga setempat kepada tim awak media Alat berat tersebut disebut-sebut berkaitan dengan perkara hukum wilayah Lubuk Besar dan sengaja dipindahkan ke Pangkalpinang agar mudah dalam kamuflase atau menghilangkan jejak.
Aroma penghindaran penegakan hukum kembali menguat di Bangka Belitung. pemindahan ini diduga dilakukan sebagai upaya “mengamankan” alat berat agar lolos dari penyitaan pasca operasi besar penertiban tambang timah ilegal di kawasan Lubuk, Keberadaan alat berat di tengah permukiman padat ini sontak memantik pertanyaan serius dan kecurigaan publik perihal kepemilikan dua alat berat tersebut.
Menurut warga, excavator yang terlihat di lokasi tersebut diduga merupakan milik seorang pengusaha berinisial Reval, yang disebut-sebut sebagai anak dari Bos Edi, yang oleh warga dikenal sebagai “Big Bos di lubuk”. Nama tersebut sebelumnya sempat dikaitkan dengan proses penyelidikan kejaksaan terkait aktivitas tambang ilegal. Warga menyebut bahwa alat berat itu sudah lama dicari aparat penegak hukum.
Hingga kini, alur kepemilikan alat berat, rute pemindahan dari Lubuk Besar ke Pangkalpinang, serta dasar legalitas dua excavator itu belum pernah dipaparkan secara terbuka oleh pihak berwenang. Kondisi ini semakin memperkuat kecurigaan publik akan adanya celah hukum yang dimanfaatkan.
“Alat berat itu sekarang ada di depan rumah warga di kawasan Jalan Gelatik, Kelurahan Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, mungkin ini Excavator dari wilayah lubuk yang disembunyikan.,” ujar salah satu warga kepada kru media.
Excavator ini juga diduga di back up oleh dua bang jago, Oknum dari institusi tentara nasional Indonesia Angkatan darat (TNI-AD) yang berdinas di Korem. Tambahnya.”
Dengan adanya temuan alat berat yang diduga disembunyikan ini, warga meminta aparat penegak hukum segera turun melakukan penelusuran dan menindaklanjuti informasi yang beredar.
“Kami berharap pihak berwenang segera mengecek dan menindaklanjuti temuan ini agar semuanya jelas.”tambah warga. (Red/Adm)
Tags
Berita
